Belajar Entrepreneur Dari Filosofi Kopi

By:
Categories: stories

Adakah yang sudah menonton film Filosofi Kopi besutan Mas Angga ini? Diangkat dari kumpulan cerpen Mba Dewi Lestari, film ini berkisah tentang dua sahabat sejak kecil yang mendirikan sebuah coffee shop bernama Filosofi Kopi.

Bukan, tulisan kali ini bukanlah soal review film itu, kalau mau baca sih bisa baca di blog personal saya. Di sini saya ingin membahas soal sudut pandang lain dari film ini. Sebuah sudut pandang yang dituangkan oleh seorang teman saya.

Dia berkata film ini adalah film penuh nilai entrepreneurship. Saya pribadi tidak pernah menilai dari sudut pandang ini. Dan saat baca statusnya di path, benar juga ya pikir saya. Ini film kewirausahaan. Dalam tulisannya itu dia membahas mengenai kerjasama.

Kerjasama

Filosofi Kopi dan entrepreneurship

Filosofi Kopi dan entrepreneurship

Sebagaimana pernah dituliskan oleh IDPreneurs sendiri, bahwa wirausaha itu memang membutuhkan kerjasama. Saling melengkapi sebagaimana dua sohib Ben dan Jody dalam film ini.

Jika Ben adalah ahli dalam kopi – si barista maka Jody adalah si ahli keuangan. Keduanya saling melengkapi satu sama lain.

Kita ini manusia yang terbatas kemampuannya, ada hal-hal yang bisa kita kuasai dengan baik ada yang tidak.

Di sinilah diperlukan kerjasama satu sama lain guna menghasilkan yang lebih lagi.

Hal ini yang mendorong IDPreneurs juga bekerja sama dengan rekan-rekan lainnya dalam IDcaster, sebuah usaha bidang webtv dan livestreaming.

Belajar Wirausaha dari Film Filosofi Kopi

Nah ada beberapa hal lain yang saya akhirnya coba ingat-ingat lagi yang dapat dipelajari dari film ini terkait wirausaha, yaitu:

1. Develop Your Uniqueness

Unik. Jadilah yang unik di antara sekian banyak yang mirip di dunia ini. Berapa banyak coffee shop beredar di Indonesia, terutama Jakarta? Banyak. Bagaimana caranya bertahan kalau sudah begitu banyak yang menjalankan usaha yang sama?

[alert-note] [/alert-note]

Bentuk keunikanmu. Dalam film Filosofi Kopi ini, keunikan coffee shop ini bisa dilihat dari beberapa sisi:

A. Brand – nama Filosofi Kopi bukan dibuat tanpa alasan. Coffee shop ini menjual filosofi di balik secangkir kopi yang dipesan.

B. Anti-mainstream – belakangan sering kan terdengar istilah “gue antimainstream bro”. Nah ini juga yang dilakukan oleh coffee shop ini, walau sempat diubah di tengah jalan dan dikembalikan lagi, yaitu coffee shop tanpa wifi! Yup. Siapapun kalau mendengar coffee shop pasti akan mengharapkan fasilitas ini ada. Salah satu scene film ini mengutarakannya dengan lugas. Dia tak mau seperti yang lain walau artinya kehilangan potensi penjualan.

C. Kualitas – saat kita menjadi wirausaha, kualitas harus dipertahankan. Sebagaimana sulitnya sekalipun, kualitas menjadi daya jual yang dicari oleh siapapun. Kualitas dari coffee shop ini terlihat dari adegan pembelian biji kopi. Dia mengambil biji kopi tertentu dengan kualitas tertentu.

2. Expand Your Networking

Nah salah satu yang menarik dalam film ini adalah masalah networking. Walau kisah dalam film ini adalah kisah pencarian kopi terbaik, sebenarnya yang dilakukan Ben dan Jody dengan mendatangi Pak Seno adalah tindakan memperluas network.

belajar wirausaha - entrepreneurship dari film filosofi kopi

Mereka penasaran dan akhirnya menjadikan Pak Seno sebagai supplier. Seperti itu juga kalau kita ingin berwirausaha. Perluas koneksi seluas mungkin. Jangan batasi pada jaringan tertentu saja. Akan ada masa kita kan membutuhkan jaringan itu.

3. Willing to learn

Dalam film ini dikisahkan bagaimana Ben yang berlatar belakang keluarga petani kopi terus belajar mengenai kopi sebelum dia menjadi barista dan membuka coffee shop itu. Dan saat tantangan disodorkan, Ben pun kembali belajar. Bahkan saat dibilang masih ada yang lebih baik, walau awalnya enggan, dia juga akhirnya ikut menemui Pak Seno dan belajar.

Sifat ingin belajar ini sangat bagus untuk kita yang ingin menjadi wirausaha. Perluas wawasan apapun itu tidak pernah merugikan kita. Bahkan menguntungkan kita. Misalnya kita wirausaha makanan tradisional, tak ada salahnya belajar mengenai internet. Siapa tahu ada banyak calon pembeli di luar kota bahkan luar negeri yang mencari.

Yuk… Belajar

Nah kira-kira itu yang bisa saya uraikan tentang pembelajaran kewirausahaan dari film Folosofi Kopi ini. Kita banyak belajar wirausaha dari film Filosofi Kopi ini dan bahkan mungkin lebih dari yang saya sebutkan di atas.

Always open your eyes and your mind to see different things.

2 Comments

Your Thoughts