5 Obat Penjaga Passion Kamu Yang Memudar Atau Hilang

Categories: development

Passion, banyak yang menjadikannya pembenaran untuk setiap langkah berani. Tak jarang, juga dijadikan justifikasi atas sebuah kondisi. Namun dalam perjalanannya, passion itu sendiri bisa memudar bahkan hilang dalam hidup seseorang. Sebelum membahas 5 Obat Penjaga Passion, ada baiknya kita kenalan dulu dengan passion itu sendiri.

Nah, apa sih sebenarnya passion itu?

According to the dictionary, passion is:

a. strong feeling, of hate, love, or anger

b. a thing for which somebody has great enthusiasm

(Oxford Advanced Learner’s Dictionary)

Jadi, sederhananya passion adalah “ruang gerak” dimana kerja hati, pikiran dan fisik kita selaras. Kita menikmatinya sebagai penggembira hati, tidak menjadikannya beban pikiran, dan karenanya fisik pun tak terasa lelah. Pernahkah kamu mengalami hal itu dalam sebuah aktivitas? Kalau iya, selamat, kamu telah menemukan passion dalam hidupmu.

5-obat-penjaga-passion

Naik dan Turunnya Passion

Karena passion itu perihal rasa, maka kondisinya pun menurut saya bisa naik turun seiring irama hati. Bahkan, seseorang yang pada satu saat telah menemukan passion-nya sekalipun, sesekali mengalami penurunan dalam hal kuatnya dorongan dan antusiasme dalam melakukan suatu pekerjaan.

[alert-note] [/alert-note]

Seorang akuntan, tentu tidak selamanya “menikmati” menyusun dan/atau membaca serta menganalisa laporan keuangan. Bahkan, jika tetap dalam level performa yang sama sekalipun, bisa jadi kinerja tersebut dicapai secara robotik dan tanpa perasaan kuat dan antusiasme sebagaimana dimaksud dalam definisi passion tersebut.

Ya, sekali seseorang menemukan passion-nya dalam sebuah aktivitas dan menjadikannya sebagai pekerjaan rutin, maka hal itu memiliki kecenderungan menjadikan pekerjaan tersebut pada akhirnya tidak dikerjakan dengan passion.

Sepasang pianis asal Indonesia yang menjadi musisi terkenal di Belanda pernah mengatakan:

Beruntung sekali seseorang yang bekerja diluar hobinya, setidaknya mereka punya ruang untuk melepas penat dengan hobinya. Sementara kami yang bekerja dalam hobi kami, akan menghadapi kondisi stuck pada saat kami diterpa kelelahan.

Lalu, apa yang bisa kita lakukan jika passion mulai memudar bahkan hilang sama sekali dalam hidup?

5 Obat Penjaga Passion Yang Memudar atau Hilang

obat penjaga passion yang memudar atau hilang

Berikut ini ada tips berdasarkan pengalaman saya pribadi dan juga orang-orang di sekitar saya untuk passion yang memudar. Tips yang saya beri nama 5 Obat Penjaga Passion.

Bekerja dan Memberi Makna

Bekerja atau melakukan sesuatu akan terasa lebih cepat menjemukan apabila kita hanya menganggapnya sebagai aktivitas parsial. Sebaliknya, akan terasa lebih kental urgensinya jika kita memandangnya sebagai bagian dari sebuah proses bersama.

Seorang petugas karcis di pintu tol menghabiskan harinya di sebuah kotak sempit selama satu shift panjang yang tak jarang melewati tengah malam. Tentu akan cepat gila apabila mereka melakukan pekerjaannya hanya sebagai aktifitas robotik : input nomor kendaraan – cetak tiket – dan menyerahkannya kepada pengendara yang melintas.

Tapi coba beri pandangan lebih luas, bahwa pekerjaan petugas karcis tol tersebut adalah bagian penting dari perjalanan panjang setiap orang. Tentu akan lebih berwarna; ada pengendara yang terburu karena tugas, ada pengendara yang melaju santai karena sedang liburan, dan lain sebagainya.

Alhasil, kita akan berada kembali pada kesimpulan bahwa keberadaan kita di kotak sempit tersebut adalah pemberi manfaat kepada sekian banyak orang.

Karena menjadi bermanfaat itu adalah lahan subur tumbuhnya passion.

Berhenti Sejenak dan Introspeksilah

Jika anda mulai merasakan pekerjaan atau aktivitas anda menjemukan, ingatlah kembali betapa aktivitas itu anda impikan di masa lalu. Kemudian, bayangkan bahwa banyak sekali orang yang saat ini memimpikan aktivitasmu menjadi kesibukannya sama seperti halnya kamu dulu mendambakannya.

Ya, dalam beberapa kasus kejenuhan melanda karena kita meremehkan pekerjaan yang ada. Sehingga hilang rasa memiliki dan akhirnya tanggung jawab pun terbengkalai.

[alert-note] [/alert-note]

Sebaiknya kita berhenti sejenak untuk kembali mendapatkan rasa ingin memiliki seperti dulu. Karena terkadang yang kita punya bisa terasa lebih berharga ketika telah tiada. Nah, untuk menghindari penyesalan semacam itu, ada baiknya kita berintrospeksi terlebih dahulu.

Belajar dengan Orang Yang Lebih Ahli

Berkumpul dengan para ahli di bidang pekerjaan anda geluti bisa jadi solusi hebat dalam mengatasi kejenuhan. Karena setidaknya, berkumpul dengan orang-orang tersebut akan memberi energi positif untuk tidak berpuas diri dan senantiasa belajar menjadi lebih baik. Di samping itu, pengalaman mereka dalam menjalani profesi serupa dengan anda bisa jadi dapat berguna dalam mencari solusi praktis dari kondisi anda saat ini.

Jangan Berlebihan

Memiliki profesi idaman belum tentu berarti memiliki kehidupan idaman. Karena hidup seseorang tidak melulu berisi aktivitas profesional, masih ada jatah untuk keluarga, sosialisasi, dan aktivitas lainnya. Untuk mencapai keseimbangan itulah maka patut dipertimbangkan kembali seberapa besar waktu kita untuk aktivitas bisnis dan/atau kerja kita.

Sempatkan diri untuk berolah raga, refreshing bersama keluarga, dan bersosialisasi dengan tetangga. Kalau itu semua dilakukan dengan penuh kesungguhan, pasti akan bisa menjadi pelipur hilangnya passion anda. Dan, ketika kembali anda menjalankan aktifitas bisnis dan/atau kerja anda, pasti semangat itu akan terbarukan.

Beri Nilai Spiritual dalam Setiap Aktifitas

Seorang pejuang dan pahlawan bangsa pernah berkata; kalau hanya kerja, kerja, dan kerja…monyet juga bekerja. Berilah nilai spiritual dalam aktifitas kerja kita, tanamkan pada diri kita bahwa pertanggung-jawaban atas setiap langkah kita tidak hanya kepada manusia, tapi juga kepada Sang Pencipta. Inilah visi yang seharusnya menjadi penentu setiap langkah manusia.

Tips terakhir inilah sesungguhnya pemantik tips-tips sebelumnya. Dengan senantiasa mengingat bahwa kita tidak akan hidup di dunia ini selamanya, kita akan tergerak untuk memberi makna. Dengan selalu mengingat kehidupan setelah kehidupan ini, kita akan menjadi pribadi yang bersyukur dan rajin berintrospeksi.

Dengan meyakini bahwa waktu kita singkat di dunia ini, maka kita akan semakin terpacu untuk senantiasa belajar menjadi lebih ahli. Dan, dengan mengingat Sang Pencipta, kita akan menyediakan waktu untuk menjalankan setiap perintah-NYA yang tidak hanya berisi pekerjaan dunia.

Akhir Kata

Itu sih 5 obat penjaga passion yang bisa diterapkan sekarang juga dengan mudah dalam hidupmu. Tapi, jika semua tips di atas tidak juga lantas mengembalikan passion kamu kepada pekerjaanmu saat ini, mungkin ada baiknya kita memikirkan petuah Steve Jobs berikut ini sebagai penutup.

Hidup terlalu singkat untuk kita jalani sebagai orang lain.

Salam IDpreneurs.

2 Comments

Your Thoughts